Oleh: Arif Nazaruddin | November 18, 2014

DAPATKAH TRISAKTI DAPAT MENGENDALIKAN EKSPEKTASI INFLASI

Arif Nazaruddin Blog

Barusan kita usai pesta demokrasi presiden, masih terngiang ditelinga kita bangaimana peserta kontestan memberikan janji janji kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat indonesia. Kartu trisakti yang konon katanya dapat membuat masyarakat lebih pintar, lebih sehat dan lebih sejahtera tapi mendapat tantangan dari berbagai kalangan yang mengatakan tidak memiliki dasar hukum khususnya dukungan anggaran dan mendapat tanggapan dari kementerian keuangan bahwa kartu trisakti tersebut sudah mendapat dukungan anggaran dari APBN. Info tersebut kita dari berbagai media cetak sebelum adanya kebijakan pengurangan subsisi BBM. Tapi kenapa ada pernyataan lain bahwa kenaikan harga BBM sebagian subsidi digunakan untuk mendukung kartu trisakti sehat pintar dan sejahtera. Sebagai orang awam saya secara pribadi menilai ada ketidakkonsistenan kalau dilihat dari sumber penggunaan dana. Tetapi kalau kita ambil posisitifnya bahwa pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri tetapi saling melengkapi. Ada hikmah yang terkandung didalamnya bahwa pernyataan atau statement dari pemerintah sebaiknya melalui satu jalur yang resmi. Sehingga manyarakat…

Lihat pos aslinya 111 kata lagi

Oleh: Arif Nazaruddin | November 18, 2014

DAPATKAH TRISAKTI DAPAT MENGENDALIKAN EKSPEKTASI INFLASI

Barusan kita usai pesta demokrasi presiden, masih terngiang ditelinga kita bangaimana peserta kontestan memberikan janji janji kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat indonesia. Kartu trisakti yang konon katanya dapat membuat masyarakat lebih pintar, lebih sehat dan lebih sejahtera tapi mendapat tantangan dari berbagai kalangan yang mengatakan tidak memiliki dasar hukum khususnya dukungan anggaran dan mendapat tanggapan dari kementerian keuangan bahwa kartu trisakti tersebut sudah mendapat dukungan anggaran dari APBN. Info tersebut kita dari berbagai media cetak sebelum adanya kebijakan pengurangan subsisi BBM. Tapi kenapa ada pernyataan lain bahwa kenaikan harga BBM sebagian subsidi digunakan untuk mendukung kartu trisakti sehat pintar dan sejahtera. Sebagai orang awam saya secara pribadi menilai ada ketidakkonsistenan kalau dilihat dari sumber penggunaan dana. Tetapi kalau kita ambil posisitifnya bahwa pernyataan tersebut tidak berdiri sendiri tetapi saling melengkapi. Ada hikmah yang terkandung didalamnya bahwa pernyataan atau statement dari pemerintah sebaiknya melalui satu jalur yang resmi. Sehingga manyarakat menjadi lebih tenang karena adanya informasi atau sosialisasi Sing bener lan pener. Rakyat menaruh banyak harapan kepada pemerintah baru agar masyarakat benar benar lebih sehat sejahtera dan pintar. Bukan sebaliknya menjadi lebih menderita karena beban hidup lebih berat. UMK sudah ditetapkan duluan lebih rendah peningkatannya dibandingkan dengan besarnya persentase kenaikan harga BBM. Apa artinya pertumbuhan ekonomi yang diproyeksi 5,5% dibandingkan inflasi yang akan meningkat menjadi 7,5%. Saya kutip ungkapan kompas dari kulumnis Amerika, James Hamingway, “mengatakan suatu negara atau pemerintah bisa jatuh karena peperangan tetapi juga bisa hancur karena adanya inflasi”. Bisakah kartu trisakti dapat mengendalikan ekspektasi masyarakat bahwa inflasi tahun 2014 dapat mencapai sesuai terget semula sekita 4,5 +/- 1%.

Oleh: Arif Nazaruddin | April 30, 2014

Diproteksi: Mencari titik temu

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Oleh: Arif Nazaruddin | Februari 2, 2014

Desain masyarakat tetap menjadi miskin

          Ekonomi Indonesia selama kabinet Indonesia bersatu tumbuh cukup baik rata-rata tumbuh 5 sd 6% ditengah negara -negara dunia dibayangi krisis ekonomi global. Krisis ini mengakibatkan konsumsi dunia turun karena turunnya daya beli. Kekayaan tergerus inflasi dan runtuhnya harga saham diberbagai bursa di berbagai negara. Dalam pasar bebas para pelaku usaha yang menguasai komoditi melakukan pasokan ke pasar secara terbatas  sehingga harga barang naik. Perilaku usaha dengan melakukan penguasaan dan penimbunan. Ketika panen raya, sudah umum harga pasti jatuh. Ini lumrah karena hukum ekonomi. Tapi, sebenarnya apa yang dilakukan. Mereka memiliki banyak orang, dari orang-orangnya mampu menciptakan harga murah dan bahkan dibawah break even poin (BEP) sehingga petani tidak berdaya dan dengan terpaksa menjual barangnya. Kemudian barang diborong habis selanjutnya dikuasai dan ditimbun. Pemerintah tidak  dapat berbuat banyak untuk mengatur tataniaga terkait dengan produksi dan distribusi. Terjebak dengan sistem mekanisme  pasar bebas yang diciptakan sendiri. Sistem Resi Gudang (SRG) di negara maju bisa berjalan tapi di Indonesia tidak berjalan karena pemerintah kurang serius sehingga hanya sebagian kecil petani yang terlibat. Selain itu, juga jarena kurangnya sosialisasi. Ini mengakibatkan sekala ekonomi kecil yang dan tidak mampu secara signifikan menciptakan harga yang baik bagi para gapoktan penyimpan komoditi SRG. Bila mereka jeli, mampu membaca jumlah barang yang ada di gudang pada setiap akhir masa simpan pada 3 bulanan atau 6 bulanan, harga bisa dibuat jatuh dengan cara membanjiri barang mereka di pasar. Dengan demikian barang di gudang bisa jatuh lagi ketangan mereka dengan harga rendah. Kondisi ini membuat petani menjadi semakin tidak percaya dengan sistem resi gudang. Tujuan pasar agar alokasi sumber – sumber ekonomi secara efisien tidak terjadi, produsen/petani tetap miskin demikian pula masyarakat perpendapatan tetap semakin miskin karena daya beli turun. Ini semua terjadi karena dalam pasar bebas, pemerintah melepas fungsi regulasi distribusi. Karena fungsi kran distribusi dikuasai swasta maka dengan senaknya memainkan harga meskipun tidak ada alasan logis misal kenaikan harga bahan baku. Mungkin dengan kata sederhana, kita menciptakan sistem untuk membuat masyarakat bawah tetap miskin. Hanya kelas menengah dan atas yang menikmati kue pembangunan. Menurut saya bukannya pemerintah tidak tahu, sebenarnya pemerintah tahu. Tapi yang dikakukan tidak serius dan sangat reaktif sehingga tidak menyelesaikan akar masalah. Seharusnya pemerintah menguasai distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Beri kewenangan pada bulog, beri prasarana fisik dan dana yang diperlukan sehingga mampu berfungsi sebagai buffer stock barang kebutuhan masyarakat. Kemudian ciptakan sistem pengawasan yang baik. Fungsi  komisi persaingan usaha dioptimalkan sehingga mampu memberangus pelaku usaha monopoli yg membuat sistem ekonomi tidak sehat. Siapa berani, capres pemilu 2014 harus berani. Dengan kejujuran dan ketegasan mereka bisa apalagi Jokowi pilihanku.

Oleh: Arif Nazaruddin | Januari 12, 2014

Jokowi pilihanku

Dalam perjalanan kota Malang menuju kota Solo, saya mencoba merenung mengenai ekonom. Sebelum krisis th 1997 ekonomi Indonesia di era orde baru rata-rata  tumbuh hampir 7%. Banyak pengamat luar negeri saat itu mengatakan fundamental ekonomi kuat. Tapi mengapa nilai rupiah saat itu terus merosot tidak mampu dibendung oleh pemerintah.  Betulkah para fun maneger pada waktu itu memiliki dana yang lebih  besar daripada devisa negara. Kenapa pada waktu itu terjadi kepanikan nasabah sehingga terjadi rust. Kenapa kebijakan BI untuk menyelamatkan perbankan saat itu banyak yang disalahgunakan oleh para bankir. Krisis moneter 1997 telah mengoyak sendi-sendi kehidupan rakyat Indonesia. Di tengah kegalauan, pemerintah minta bantuan IMF yang justru memperparah kondisi ekonomi Indonesia. Penutupan 16 bank membuat nasabah panik dan berlomba-lomba menarik dananya. Banyak perusahaan ditutup dan banyak pula kredit menjadi macet. Hal ini menyebabkan banyak bank yang terpaksa beroperasi tidak sehat. Banyak kontrak impor barang dibatalkan karena eksportir tidak percaya dengan L/C yang diterbitkan perbankan  Indonesia. Harga harga melambung tinggi sementara banyak orang di PHK, suku bunga melambung tinggi katena kesulitan likuiditas karena banysk kredit korporasi macet dan  beroperasi dengan spreading negatif. Demikian sekelumit kisah krisis ekonomi 1997. Resep IMF ternyata tidak membuat Indonedia sembuh dari penyakit krisis,  dua atau tiga tahun kemudian Bank Indonesia melunasi hutang pemerintah terhadap IMF. Ekonomi Indonesia mulai bergerak
recovery sehingga bisa lepas dari belenggu letters of intent.
         Pertanyaan dari saya, kenapa krisis moneter bersamaan dengan  runtuhnya industri pesawat terbang. Apakah ini kebetulan atau ada kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang tidak mau melihat Indonesia maju.Tentu tidak baik kalau kita mencari cari siapa yang salah. Karena hanya akan membuang energi kita. Mari kita terus bergerak maju. Kita melakukan apa yang terbaik untuk rakyat. Demokrasi yang kita terapkan semestinya membuat rakyat lebih sejahtera. Mekanisme pasar semestinya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat  menjadi lebih murah. Sehingga mudah dijangkau wong culik. Bukan justru dikendalikan oleh segelintir pelaku usaha. Di bidang hukum, semestinya masyarakat semakin mudah untuk mencari keadilan. Bukan diperjual belikan oleh orang berduit. Di bidang pendidikan, semestinya masyarakat lebih mudah untuk menyekolahkan bsgi anak-anaknya. Adalah eroni ditengah penerapan UU yang mengharuskan 20% APBN/APBD dialokasikan ke pendidikan tapi justru pendidikan semakin mahal dan semakin sulit. Dibidang politik, kewenangan yang besar kepada DPR semestinya bisa mewakili hati nurani masyarakat, bukan sebaliknya yang justru yang sering kita saksikan dilayar kaca. Pihak berwajib, semestinya mampu mengayomi kepentingan masyarakat, bukan justru membuat orang takut melakukan ibadah. Di bidang perbankan, semestinya, bankir mampu menjaga amanah kepentingan manyarakat. Di bidang pemerintahan, stimulus harus bisa memberdayaan ekonomi masyarakat bukan sekedar memberikan alat yang tidak bisa digunakan masyarakat karena justru biaya menadi mahal. Demikian sekelumit pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh calon calon pemimpin  Indonesia hasil pemilu 2014. Siapapun boleh mencalonkan diri yang diusung oleh partainya. Tapi kalau boleh, saya mengusulkan pak Jokowi memimpin negeri ini. Beliau orangnya jujur dan berani tapi santun. Dinegeri ini saat ini rasanya langka ada pemimpin yang jujur. Kita banyak calon pemimpin dilayar kaca yang mengobral angin surga. Mereka bisa beriklan karena banyak duit. Tapi lihatlah trackrecord sebelumnya. Mereka seperti pedagang, seandainya terpilih merka justru memperhatikan sponsornya untuk balas budi untuk mengembalikan dananya dan rakyat akan dilupakan. Tentu kita semua tidak mau ini terjadi. Semoga ibu megawati mengambil keputusan yang tepat dengan ikhlas mempersilahkan Jokowi untuk meneruskan perjuangan proklamator bung Karno. Sudah saatnya kita mengiklaskan kawula muda memimpin negeri. Ibu Mega dari belakang mengawasi dan mengingatkan sekaligus meluruskan sejarah bung Karno yang kita cintai.

Oleh: Arif Nazaruddin | Januari 5, 2014

OUTLOOK EKONOMI INDONESIA 2014

Tahun 2013 baru saja berlalu dengan menggoreskan tinta emas yang membanggakan dunia.   Pertumbuhan ekonomi sekitar 5,62%  melambat dibandingkan pertumbuhan  tahun sebelnya.  Hal ini terjadi karena koreksi yang dilakukan pemerintah dalam rangka upaya mejaga menstabilkan nilai tukar rupiah dan menahan impor inflasi dari luar negeri. Demikian pula ekonomi Solraya dengan struktur ekonomi yang  didorong oleh  tiga sektor ekonomi industri pengolahan , pertanian, dan perdagangan, hotel dan restoran. Sebagian besar sekitar 30% bahan baku diimpor dari luar negeri, dengan menguatnya dolar. Impor akan meningkatkan harga di dalam negeri. Selama tahun 2013 pemerintah telah menempuh berbagai kebijakan untuk menyelamatkan ekonomi domestik. Pembatasan impor hortikultura. Kenaikkan harga BBM dengan tujuan Untuk menyelamatkan APBN dengan pengurangan subsidi bahan bakar minyak. Hal ini berimbas pada mening- katnya inflasi baik nasional mapun diberbagai daerah. Daya beli manyarakat yang turun mengakibatkan konsumsi manyarakat menurun. Disisi lain krisis ekonomi dunia yang tidak kunjung  usai mengakibatkan kinerja ekspor tidak mampu menutup lajunya impor yang menyebabkan neraca perdagangan negatif. Defisit neraca perdagangan  menurunnya konsumsi domestic  yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi terkoreksi. Kita masih ingat sebuah model pertubuhan ekonomi  y= C + I + G + (X – M). Perhatikan C terkoreksi  Kebijakan dan karena M lebih besar dari X menyebabkan hubungan negatif terhadap Y. Dalam kondisi tersebut yang menjadi perdebatan adalah kebijakan mana yang dianggap tepat, apakah kebijakan kontraksi atau ekspansi dan kenyataannya Bank indonesia menepuh kebijakan kontraksi atau uang ketat mampu menahan pertambahan uang beredar seiring melambatnya angka pertumbuhan kredit. Kondisi ekonomi dumia yang belum pulih dan berbagai kebijakan pemerintah  menghasilkan kinerja Indonesia dengan pertumbuhan  5,62% dan inflasi  8,40%. Dengan kondisi tersebut apakah apakah rakyat Indonesia dari sisi ekonomi lebih sejahtera ? Tahun 2014 kita berharap pertumbuhan ekonomi indonesia mencapai 6% dan inflasi 5% meskipun ekonomi dunia belum kondusif.

Oleh: Arif Nazaruddin | Oktober 16, 2013

Wartawan Solo

Wartawan Solo

Foto bersama di depan Kantor Bank Indonesia Solo

      Dalam dua bulan ini, September dan Oktober 2013, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kota Surakarta, berturut-turut menerima kunjungan kerja dari TPID Provinsi Sumatra Barat, Provinsi Gorontalo yang lebih dikenal dengan icon provinsi jagung dan Provinsi Kalimantan Barat. Kunjungan tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap geliat ekonomi Surakarta dari sektor ekonomi Perdagangan, Hotel dan Restoran. Kota Surakarta dengan luas wilayah sebesar 44,04 Km2 dengan jumlah 5 kecamatan, 51 kelurahan, 43 pasar tradisional dan 49 toko modern, bukanlah kota produsen tetapi sebagai kota perdagangan. Di kota ini terdapat dua pasar induk yang memperdagangkan barang-barang dari luar  kota Surakarta yang berasal dari Eks Karisidenan Surakarta antara lain Kab. Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali. Wonogiri,  Klaten, dan Sragen. Ketertarikan TPID luar daerah terhadap TPID Surakarta disamping kinerja inflasi tahunan yang membanggakan pada tahun 2011 (1,93%) dan tahun 2012 (2,875)%. Tetapi juga tertarik karena di kota ini kususnya di pasar Gede dan Pasar Legi telah berdiri billboard informasi harga yang berdiri sejak Desember 2012.  Billboard tersebut manfaatnya pernah diteliti oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta, hasilya 67% responden menyatakan bermanfaat bagi masyarakat dalam bernegosiasi dengan para pedagang, sebalikya 80% responden tidak bermanfaat bagi para pedagang. Mensikapi hasil penelitian ini, TPID akan berupaya terus  melakukan pendekatan dan koordinasi para dengan pedangan dan Dinas Pengelola Pasar agar kelak di suatu hari Billboard informasi harga strategis bisa menjadi acuan para pedagang dalam menawarkan harga barang kepada konsumen di kedua pasar Legi dan pasar Gede. Amin.

Oleh: Arif Nazaruddin | Oktober 10, 2013

SINGA YANG BISA TERBANG

Untuk urusan transportasi udara domestik siapa yang tidak kenal dengan Lion air. Sebuah maskapai penerbangan yang saat ini berkembang cukup cepat di tanah air kita Indonesia. Awalnya maskapai ini banyak menggunakan armada jenis peswat MD  tahun 80 an. Tetapi kini banyak mengoperasikan pesawat jenis baru yang sayapnya diujungnya dilipat ke atas Boing 787-900 ER. Mungkin saya salah menyebut mengenai jenis pesawatnya karena memang saya tidak memiliki kompetensi bidang ini. Namun terus terang saya mengagumi manajemen lion air ini. Lihat saja antrian yang panjang di setiap bandara. Perkembangan yang pesat biasanya didukung dengan pelayanan konsumen yang memuaskan, jadwal penerbangan yang tepat waktu yang didukung oleh SDM yang handal, teknologi informasi dan dukungan armada yang memadai.

       Kalau kita perhatikan pelayanan beberapa maskapai yang sifatnya sudah jamak dilakukan oleh beberapa maskapai domestic. Pada umumnya lemah dalam memenuhi ketepatan jadwal penerbangan. Ketika penumpang dengan hati dongkol dan menunggu berjam-jam lamanya. Maka setelah bording di dalam pesawat diberitakan “Permohonan maaf, pesawat terlambat dengan alasan teknis atau operasional. Sebaliknya ketika calon penumpang terlambat beberapa menit saja. Loket Chek ini di close dan penumpang harus gigit jari dengan keras-keras. Artinya ticket sudah hangus dan tidak bisa digunakan lagi. Kejadian ini sudah berulang-ulang sekian tahun dan bahkan sampai bulan ini. Seharusnya ada instansi yang berwenang yang cepat tanggap mengatasi masalah ini. Masalah ini telah menjadi lelucon dalam filem “Naga Bonar” ketika dia sedang asik main bola, meminta pada temannya untuk memberitahu maskapi menunda penerbangan pesawat sampai Naga Bonar selesai main bola. Apakah tidak ada jalan yang win-win solution dalam masalah ini.

Miskin atau tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar baik makanan mupun non makanan masih dihadapi oleh sekitar 175 ribu warga Kalsel (Maret 2009). Standar garis kemiskinan BPS memberikan batasan pengeluaran konsumsi kebutuhan dasar makanan di bawah 2.100 kalori energi per hari digolongkan miskin. Kita merasa bersyukur karena angka kemiskinan Kalsel memiliki peringkat ketiga terkecil setelah Jakarta dan Bali dengan angka 5,12% pada posisi Maret 2009, angka ini jauh lebih baik bila dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 6,48%.

            Orang menjadi miskin, biasanya karena memiliki beberapa faktor kendala, antara lain  terbatasnya akses terhadap sumber penghasilan, kesehatan, pendidikan, motivasi dan faKtor kultur. Terkadang beberapa faktor membentuk suatu lingkaran setan yang sulit diketahui mana ujung pangkalnya,  sehingga sulit ditentukan kebijakan yang tepat. Demikian pula mengenai kriteria orang miskin, belum ada kriteria yang bisa diterima semua pihak atau memuaskan.   

            Dilihat dari subyeknya, orang kemungkinan bisa keluar dari kemiskinan apabila memiliki motivasi yang keras untuk berusaha terlibat dalam aktivitas ekonomi yang produktif. Namun, kelompok masyarakat lapis bawah yang kukurangan modal usaha , sebagian besar menghadapi kendala dalam mengakses terhadap sumber-sumber pembiayaan terutama perbankan atau istilahnya “Tidak bankable” . Kendala yang paling terlihat adalah mereka tidak memiliki agunan atau memiliki agunan, tetapi agunan tersebut tidak memiliki legalitas. Para petani kecil, misalnya, memiliki lahan pertanian tetapi tidak memiliki sertifikat lahan pertanian, sehingga meskipun usaha mereka layak dibiayai (feasible), tetapi mereka  tidak dapat mengakses kredit perbankan karena tidak bankable.

            Kondisi demikian,  kita juga tidak bisa menyalahkan perbankan karena perbankan dalam memberikan kredit juga menggunakan dana simpanan masyarakat yang dipercayakan kepada bank. Pihak bank wajib mengelola secara baik dan harus dapat membayar setiap saat ditarik atau sesuai perjanjian. Bank akan menghadapi risiko apbila kredit diberikan kepada pihak yang tidak memiliki kemampuan dalam mengembalikan angsuran pokok beserta bunganya. Oleh karena itu, biasanya bank meminta agunan yang dapat menambah  keyakinan bahwa dana masyarakat yang dipinjamkan kepada UMKM itu akan kembali tepat pada waktu.

           Provinsi      2006     2007      2008
1. Kalsel 24,06% 24,80% 24.63%
2. Kalbar 21.44% 22.37% 22.90%
3. Kalteng 8.87% 9.8% 10,84%
4. Kaltim 45,36% 43,02% 41,63%
UMKM (Milyar Rp) 4.636 7.826 9.467

Berdasarkan data dari Bank Indonesia Banjarmasin, pangsa kredit UMKM Perbankan se Kalimantan, kinerja pangsa kredit Kalsel tidak sebaik provinsi lainnya di Kalimantan. Meskipun selama tiga tahun terakhir, Kalsel menduduki posisi kedua setelah Kaltim. Namun, kalau dilihat perkembangannya  dari tahun 2006 sampai dengan 2008 berkutat pada pangsa yang relatif konstan yaitu pada kisaran 24% terhadap total kredit UMKM di Kalimantan. Dilihat dari jumlah jaringan kantor bank, Kaltim memiliki jumlah kantor bank terbanyak, yaitu mencapai  386 kantor hal ini mengidikasikan besarnya potensi ekonomi di Kaltim sehingga banyak kantor bank bercokol disana atau ada sesuatu yang menjanjikan, kemudian secara berturut-turut Kalbar, Kalsel dan Kalteng sebanyak 277, kantor 237 kantor dan 152 kantor. Selain itu ternyata di wilayah Kaltim telah ada dua lembaga yang melakukan kegiatan  penjaminan kredit yaitu di Balikpapan dan Kutai Kertanegara. Inilah, mungkin merupakan salah satu keunggulan Kaltim dalam menggaet kredit UMKM.

            Dapatkah Kalsel mendongkrak kredit kepada UMKM ?, Dengan kerja keras dan cerdas, kemungkinan Kalsel bisa. Salah satunya dengan  mengatasi masalah utama yang dihadapi UMKM dalam memenuhi persyaratan agunan. Sudah saatnya  Kalsel ada Lembaga Penjaminan Kredit Daerah (LPKD) karena payung hokum sudah ada, karena telah ada Peraturan Presiden. No. 2 dan Peraturan Menteri Keuangan  No.222 masing-masing tahun 2008. Namun, disisi lain juga harus ada perubahan mindset di kalangan masyarakat UMKM bahwa pinjaman bank bukanlah hibah melainkan pinjaman, karenanya wajib dibayar kembali. Saat ini, di Indonesia baru ada satu LPKD yang mendapat ijin dari menteri keauangan, yaitu PT. Jamkrinda Jatim yang berdiri di akhir tahun 2009 tepatnya tanggal 17 Desember 2009. Akankah Kalsel segera menyusul Jatim ?

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.